Foto. Ist
majalahsuaraforum.com — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersama Ibu Negara Melania Trump menyambut langsung Presiden China Xi Jinping dan istrinya, Peng Liyuan, ketika tiba di Pangkalan Militer Gabungan Andrews, Maryland, Kamis (24/9/2026) pagi waktu Indonesia.
Penyambutan tersebut menjadi momen yang tergolong langka dalam sejarah hubungan diplomatik AS. Kedatangan seorang pemimpin negara asing yang disambut langsung oleh presiden AS di pangkalan militer Andrews disebut merupakan yang pertama kali dilakukan sejak 1962.
Trump dan Melania telah menunggu di atas karpet merah yang berada di landasan pangkalan militer. Ketika Xi dan Peng tiba, kedua pasangan tersebut kemudian saling berjabat tangan dan berbincang singkat sebelum melanjutkan agenda kunjungan kenegaraan Xi di Washington.
Keputusan Trump untuk hadir langsung menyambut Xi di Andrews menjadi bagian dari rangkaian penyambutan khusus terhadap pemimpin China tersebut. Sebelumnya, Trump memang telah menyampaikan rencananya untuk menyambut Xi secara langsung di pangkalan militer tersebut.
Setelah prosesi penyambutan selesai, Xi dan Peng meninggalkan Pangkalan Militer Andrews untuk menuju Washington. Trump bahkan mengantar Xi sampai ke kendaraan yang akan membawanya dan keduanya sempat berbicara sebelum akhirnya berpisah.
Sementara itu, Trump dan Melania kemudian meninggalkan lokasi menggunakan Marine One untuk kembali ke Gedung Putih.
Kedatangan Xi Jinping ke AS juga disertai upacara kenegaraan. Prosesi tersebut mencakup penghormatan militer berupa 21 kali tembakan penghormatan serta pertunjukan musik militer.
Selain itu, anak-anak Amerika turut terlibat dalam prosesi penyambutan dengan memberikan bunga kepada Xi dan Peng.
Dalam kesempatan tersebut, Trump memberikan pujian terhadap Xi Jinping dengan menyebutnya sebagai seorang pemimpin besar. Trump juga menggambarkan kedatangan Xi sebagai sebuah momen yang luar biasa.
“Presiden Xi adalah pemimpin besar. Ini adalah momen yang luar biasa,” kata Trump seperti dilaporkan Xinhua.
Xi Jinping Dorong AS dan China Jadi Mitra Dalam sambutannya, Xi Jinping mengatakan China dan Amerika Serikat merupakan dua negara besar yang memiliki rakyat dalam jumlah besar.
Menurut Xi, kebangkitan bangsa China dan upaya Trump untuk menjadikan Amerika kembali hebat tidak harus berjalan berlawanan. Kedua agenda tersebut, kata Xi, dapat berlangsung secara berdampingan, saling memperkuat, dan pada akhirnya memberikan manfaat bagi masyarakat dunia.
“Kedua negara harus menjadi mitra, bukan pesaing,” kata Xi, seperti dilansir dari Xinhua.
Pernyataan tersebut disampaikan Xi dalam rangkaian kunjungannya ke Amerika Serikat yang berlangsung selama tiga hari.
Xi Didampingi Sejumlah Pejabat Senior Dalam perjalanan ke AS, Xi Jinping tidak datang seorang diri. Presiden China tersebut didampingi sejumlah pejabat senior pemerintah China.
Di antara pejabat yang ikut dalam rombongan Xi terdapat anggota Komite Tetap Politbiro Partai Komunis China Cai Qi serta Menteri Luar Negeri China Wang Yi.
Sementara itu, Wakil Perdana Menteri China He Lifeng dan Duta Besar China untuk AS Xie Feng telah lebih dahulu berada di Amerika Serikat.
He Lifeng sebelumnya diketahui telah melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent di New York menjelang agenda pertemuan antara Trump dan Xi.
Xi berharap kunjungannya ke Amerika Serikat dapat menghasilkan berbagai hasil yang bermanfaat bagi kedua negara.
Ia juga berharap rangkaian pertemuan tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat China maupun AS serta memberikan harapan terhadap terciptanya perdamaian dunia.
Selama tiga hari berada di AS, Xi akan menjalani sejumlah agenda yang membahas berbagai persoalan penting dalam hubungan bilateral kedua negara.
Topik yang masuk dalam agenda kunjungan tersebut antara lain perdagangan, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), keamanan, serta sejumlah isu strategis lainnya yang berkaitan dengan hubungan Amerika Serikat dan China.
Red.











