majalahsuaraforum.com-Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Kelas IIB Plantungan terus memperkuat pelaksanaan pembinaan kepribadian dan kerohanian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan melalui kegiatan ibadah bersama yang dilaksanakan pada Kamis, 24 September 2026.
Kegiatan ibadah yang berlangsung di lingkungan Lapas Pemuda Plantungan tersebut diikuti oleh warga binaan dengan tertib dan penuh khidmat. Pelaksanaan kegiatan menjadi salah satu bentuk pembinaan yang diberikan untuk membantu warga binaan meningkatkan kehidupan spiritual sekaligus menjadi sarana refleksi diri selama menjalani masa pidana.
Rangkaian ibadah dilaksanakan secara sederhana dan terarah, mulai dari doa pembuka, pembacaan Kitab Suci, penyampaian renungan, doa bersama, hingga doa penutup. Melalui rangkaian tersebut, warga binaan diajak untuk memahami kembali nilai-nilai kehidupan, memperbaiki diri, serta membangun sikap yang lebih baik dalam menjalani proses pembinaan.
Kegiatan keagamaan secara rutin menjadi bagian penting dalam pembinaan warga binaan karena tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan spiritual, tetapi juga mendukung pembentukan karakter dan sikap positif. Dengan adanya kegiatan ini, warga binaan diharapkan mampu menjadikan masa pembinaan sebagai momentum untuk melakukan perubahan dan mempersiapkan diri sebelum kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan, Suharno, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembinaan warga binaan secara menyeluruh.
“Kami terus berupaya memberikan ruang bagi warga binaan untuk meningkatkan kehidupan spiritual dan melakukan refleksi diri. Melalui kegiatan ibadah seperti ini, kami berharap warga binaan dapat semakin memperkuat iman, memperbaiki diri, dan memiliki bekal nilai-nilai positif untuk kehidupan setelah selesai menjalani masa pembinaan,” ujar Suharno.
Lebih lanjut, Suharno menegaskan bahwa pembinaan di Lapas Pemuda Plantungan tidak hanya berorientasi pada aspek kemandirian, tetapi juga mencakup pembentukan kepribadian dan mental warga binaan.
“Pembinaan yang baik harus menyentuh berbagai aspek, termasuk kerohanian dan kepribadian. Kami ingin agar warga binaan tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga memiliki sikap, moral, dan nilai-nilai yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke lingkungan masyarakat,” tegasnya.
Melalui pelaksanaan ibadah bersama secara rutin, Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan berkomitmen untuk terus menghadirkan pembinaan yang humanis, menyeluruh, dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membentuk warga binaan yang semakin baik serta siap kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.(hil)











