majalahsuaraforum com-Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Kelas IIB Plantungan terus mendorong pemanfaatan hasil pertanian menjadi produk olahan bernilai tambah. Pada hari Rabu, dua puluh tiga September dua ribu dua puluh enam (23 September 2026), anak magang bersama jajaran petugas melaksanakan proses pembuatan kismis berbahan dasar belimbing wuluh di lingkungan Lapas Pemuda Plantungan.
Kegiatan diawali dengan pemilihan dan sortasi belimbing wuluh yang akan diolah. Bahan kemudian dibersihkan dan dipersiapkan sebelum memasuki tahapan pengolahan menjadi kismis. Proses ini dilakukan dengan memperhatikan kebersihan bahan dan peralatan agar produk yang dihasilkan tetap memiliki kualitas yang baik.
Pemanfaatan belimbing wuluh sebagai bahan olahan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan nilai guna hasil pertanian. Buah yang sebelumnya dapat dikonsumsi secara langsung maupun dimanfaatkan sebagai bahan masakan, dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki karakteristik dan daya simpan berbeda.
Dalam kegiatan tersebut, anak magang turut memperoleh pengalaman secara langsung mengenai proses pengolahan hasil pertanian menjadi produk pangan. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran mengenai pengelolaan bahan, proses produksi, serta potensi pengembangan produk hasil pertanian.
Kepala Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan, Suharno, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pemanfaatan hasil pertanian melalui pengolahan produk merupakan bagian dari upaya mengembangkan keterampilan dan potensi yang ada di lingkungan pemasyarakatan.
“Pemanfaatan hasil pertanian menjadi produk olahan seperti kismis belimbing wuluh merupakan langkah positif dalam memberikan nilai tambah. Kegiatan ini juga menjadi ruang belajar bagi anak magang untuk memahami proses pengolahan hasil pertanian secara langsung serta melihat potensi pengembangannya menjadi produk yang bernilai ekonomi,” ujar Suharno, S.H., M.H.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Pemuda Plantungan terus mengembangkan pemanfaatan potensi pertanian dan pengolahan pangan sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan serta menciptakan lingkungan pembelajaran yang produktif dan edukatif.(hil)











