majalahsuaraforum.com-Lapas Kelas IIA Pasir Putih Nusakambangan memfasilitasi kegiatan Safari Dakwah secara daring melalui Zoom bersama Ustaz Mujiman, Kamis (3/9/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh Idensos Densus 88 tersebut diikuti oleh 8 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terorisme sebagai bagian dari proses pembinaan dan penguatan pemahaman keagamaan.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.10 hingga 11.30 WIB dengan konsep diskusi interaktif. Para WBP tidak hanya menyimak materi yang disampaikan narasumber, tetapi juga diberikan ruang untuk berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan secara langsung. Suasana dialog yang terbuka diharapkan dapat menjadi ruang bagi WBP untuk memperluas wawasan keagamaan sekaligus membangun cara pandang yang lebih moderat dan konstruktif.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan turut dihadiri oleh Tim Idensos Densus 88, Ka KPLP, dan Kasi Binadik Lapas Pasir Putih. Kehadiran unsur terkait tersebut menjadi bentuk sinergi dalam mendukung pelaksanaan pembinaan WBP terorisme secara berkelanjutan, khususnya melalui pendekatan komunikasi dan dialog keagamaan.
Perwakilan Idensos Densus 88, Kossa, menyampaikan bahwa Safari Dakwah menjadi salah satu ruang penting untuk membangun komunikasi dengan WBP melalui pendekatan yang persuasif dan terbuka. Menurutnya, proses perubahan membutuhkan komunikasi yang dilakukan secara konsisten.
“Kami ingin kegiatan seperti ini menjadi ruang untuk berdialog. Bukan hanya mendengarkan materi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada WBP untuk bertanya dan menyampaikan pemikirannya. Dari komunikasi yang terbuka, kita bisa melihat bagaimana proses perubahan itu terus berjalan,” ujar Kossa.
Hal senada disampaikan perwakilan Idensos Densus 88, Jabrik, yang menilai bahwa pembinaan melalui pendekatan keagamaan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Ia berharap diskusi bersama narasumber dapat memberikan pemahaman yang lebih luas bagi para WBP dalam menjalani proses pembinaan.
“Yang kami harapkan bukan sekadar kegiatan selesai, tetapi ada pemahaman yang bisa dibawa setelah kegiatan ini. Diskusi seperti ini penting karena WBP bisa mendapatkan perspektif baru dan kemudian menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Jabrik.
Sementara itu, Kasi Binadik Lapas Pasir Putih menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memberikan ruang pembinaan yang mendukung proses perubahan WBP. Menurutnya, kegiatan Safari Dakwah menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi sekaligus memberikan penguatan kepada WBP selama menjalani masa pembinaan.
“Kami terus berupaya memberikan pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan WBP. Safari Dakwah seperti ini menjadi salah satu ruang yang baik untuk berdiskusi dan mendapatkan penguatan. Kami berharap apa yang diperoleh dalam kegiatan dapat menjadi bekal bagi WBP untuk terus memperbaiki diri selama menjalani pembinaan,” tutur Kasi Binadik.
Meskipun dilaksanakan secara daring, seluruh rangkaian kegiatan tetap berjalan dengan memperhatikan aspek keamanan. Pelaksanaan Safari Dakwah terhadap 8 WBP terorisme mendapat pengawalan dari Tim Tanggap Darurat Lapas Pasir Putih dengan tetap mengedepankan standar operasional prosedur (SOP) pengawalan yang berlaku di Lapas Pasir Putih sebagai satuan kerja dengan tingkat pengamanan Super Maximum Security.
Kegiatan Safari Dakwah daring ini menjadi bagian dari rangkaian pembinaan yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan aspek keagamaan, tetapi juga membuka ruang komunikasi dan dialog bagi WBP terorisme. Melalui sinergi Lapas Pasir Putih, Idensos Densus 88, dan pihak terkait, proses pembinaan diharapkan terus mendorong perubahan pola pikir serta memperkuat langkah deradikalisasi secara bertahap dan berkelanjutan.(hil)











