Foto. Ist
majalahsuaraforum.com – Kabar duka datang dari dunia kreator konten perjalanan. YouTuber asal Thailand, Bowornthat Pengsuk yang lebih dikenal dengan nama Hlun Solo, ditemukan meninggal dunia di Georgia setelah sebelumnya dinyatakan hilang selama lebih dari dua pekan saat melakukan perjalanan seorang diri di negara tersebut.
Bowornthat, yang berusia 27 tahun, merupakan sosok yang dikenal luas melalui konten-konten wisata bertema backpacking dengan anggaran terbatas. Sebelum kabar kehilangannya mencuat, ia masih aktif mendokumentasikan perjalanan solonya di Georgia melalui kanal YouTube miliknya.
Keluarga mulai kehilangan kontak dengan Bowornthat sejak 13 Juli 2026. Setelah berbagai upaya menghubunginya tidak membuahkan hasil, pihak keluarga kemudian memanfaatkan media sosial untuk meminta bantuan masyarakat internasional agar memberikan informasi mengenai keberadaannya.
Namun, harapan keluarga untuk menemukan Bowornthat dalam keadaan selamat pupus setelah pada 30 Juli 2026 mereka menerima kepastian bahwa sang YouTuber telah meninggal dunia.
Selama menjadi kreator konten, Bowornthat dikenal sebagai pembuat video perjalanan yang menginspirasi banyak orang untuk menjelajahi berbagai negara dengan biaya yang terjangkau. Melalui kanal YouTube Hlun Solo, ia rutin membagikan panduan perjalanan, pengalaman berpetualang seorang diri, hingga berbagai tips wisata praktis bagi para pencinta traveling.
Kariernya sebagai kreator konten terbilang sukses. Ia telah mengunjungi lebih dari 50 negara dan berhasil mengumpulkan lebih dari 1 juta pelanggan di kanal YouTube miliknya.
Kementerian Luar Negeri Thailand menyatakan telah melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar Kerajaan Thailand di Ankara, yang memiliki tanggung jawab atas urusan diplomatik dan konsuler Thailand di Georgia. Langkah tersebut dilakukan bersama otoritas setempat untuk memastikan penyebab kematian Bowornthat sekaligus mengurus proses pemulangan jenazahnya ke Thailand.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Thailand yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Departemen Informasi, Jaithai Upakaranitikaset, mengungkapkan bahwa perwakilan kedutaan telah diberangkatkan ke Georgia guna bertemu langsung dengan pihak berwenang di negara tersebut.
Dalam pertemuan itu, pejabat kedutaan menerima konfirmasi resmi mengenai meninggalnya Bowornthat sekaligus memperoleh perkembangan terbaru mengenai proses penyelidikan yang sedang berlangsung.
Hingga saat ini, penyebab kematian Bowornthat masih belum diumumkan secara resmi kepada publik. Berdasarkan laporan Thai PBS World yang mengutip media di Georgia, jenazah Bowornthat ditemukan di salah satu kamar hotel yang berada di ibu kota Tbilisi.
Media tersebut juga melaporkan bahwa aparat penegak hukum Georgia telah membuka penyelidikan berdasarkan Pasal 115 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Georgia. Ketentuan tersebut memang mengatur dugaan hasutan untuk bunuh diri, namun dalam praktiknya juga lazim digunakan sebagai dasar penyelidikan terhadap kasus kematian yang penyebabnya belum dapat dipastikan.
Sementara itu, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, meminta semua pihak menunggu hasil investigasi resmi sebelum mengambil kesimpulan mengenai penyebab kematian Bowornthat.
“Kita tidak dapat menarik kesimpulan apa pun pada tahap ini. Lebih baik menunggu penyelidikan resmi,” kata Sihasak kepada wartawan di Bangkok, Kamis (30/7/2026).
Ia menambahkan bahwa kepolisian Georgia telah melakukan pendataan terhadap seluruh barang pribadi milik Bowornthat sebagai bagian dari proses penyelidikan. Setelah seluruh prosedur selesai, pemerintah Thailand bersama pemerintah Georgia akan berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk menentukan mekanisme serta waktu pemulangan jenazah Bowornthat ke Thailand.
Aan.










