majalahsuaraforum.com – Upaya Bareskrim Polri dalam membongkar praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji bersubsidi mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Penasihat Ahli Kapolri, Edi Hasibuan.
Dalam operasi yang digelar secara masif, Bareskrim berhasil mengungkap ratusan kasus yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Total sebanyak 755 kasus berhasil diungkap dengan jumlah tersangka yang diamankan mencapai lebih dari 672 orang.
Dinilai Berdampak pada Stabilitas Ekonomi Edi Hasibuan menilai capaian tersebut sebagai langkah penting dalam menjaga kestabilan ekonomi nasional, terutama terkait distribusi energi bersubsidi yang selama ini rawan disalahgunakan.
“Kita harapkan operasi besar-besaran ini bisa menjaga perekonomian tetap kondusif dan menjaga stabilitasi harga BBM dan elpiji bersubsidi,” katanya di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, praktik ilegal seperti penimbunan, pengoplosan, hingga distribusi tidak tepat sasaran dapat berdampak langsung terhadap masyarakat luas, terutama kelompok yang seharusnya menerima subsidi.
Komitmen Penegakan Hukum Terhadap Penyalahgunaan Subsidi Pengungkapan kasus ini menunjukkan komitmen aparat penegak hukum dalam memberantas kejahatan di sektor energi. Penyalahgunaan BBM dan elpiji subsidi selama ini menjadi perhatian karena tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mengganggu distribusi yang adil bagi masyarakat.
Dengan banyaknya kasus yang berhasil diungkap, diharapkan efek jera dapat tercipta sehingga praktik serupa dapat ditekan di masa mendatang.
Operasi Masih Berpotensi Berlanjut Keberhasilan ini juga membuka peluang bagi aparat untuk terus mengembangkan penyelidikan terhadap jaringan lain yang terlibat dalam praktik serupa. Tidak menutup kemungkinan jumlah kasus maupun tersangka akan terus bertambah seiring pendalaman yang dilakukan.
Langkah berkelanjutan dari Bareskrim diharapkan mampu menjaga distribusi energi subsidi tetap tepat sasaran dan mendukung stabilitas ekonomi nasional secara keseluruhan.
Hil.









