Home / TNI/Polri / Staf Khusus KASAD Ingatkan Ancaman Geopolitik Global, Indonesia Diminta Perkuat “Imunitas Bangsa”

Staf Khusus KASAD Ingatkan Ancaman Geopolitik Global, Indonesia Diminta Perkuat “Imunitas Bangsa”

majalahsuaraforum.com – Dinamika geopolitik dunia yang semakin tidak menentu dinilai menjadi tantangan serius bagi stabilitas nasional Indonesia. Kondisi global yang bergerak cepat dan penuh ketidakpastian membuat negara perlu memperkuat sistem kewaspadaan nasional agar mampu menghadapi berbagai potensi ancaman dari luar.

Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), I Nyoman Cantiasa, menegaskan bahwa Indonesia harus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi situasi global yang semakin kompleks. Ia menyebut kewaspadaan nasional sebagai fondasi utama dalam menjaga stabilitas negara di tengah perubahan geopolitik yang berlangsung cepat.

“Kewaspadaan nasional menuntut kesiapan negara untuk mampu mendeteksi, mengantisipasi, dan mencegah berbagai potensi ancaman sejak dini,” ujar Nyoman dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/3/2026).

Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) periode 2023–2024 itu menjelaskan bahwa kondisi geopolitik dunia saat ini telah bergeser dari fase stabil menuju fase volatilitas tinggi. Perubahan tersebut membawa dampak langsung terhadap berbagai sektor, mulai dari ekonomi global hingga keamanan nasional Indonesia.

Dampak Konflik Global terhadap Ekonomi Salah satu perkembangan global yang menjadi sorotan adalah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, terutama ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Menurut Nyoman, konflik tersebut berpotensi menimbulkan efek domino terhadap stabilitas ekonomi dunia. Gangguan terhadap jalur pelayaran internasional membuat banyak kapal dagang terpaksa mengubah rute pelayaran mereka.

Sebagian operator pelayaran bahkan memilih mengalihkan jalur melalui kawasan Tanjung Harapan di Afrika Selatan. Perubahan rute ini menyebabkan waktu tempuh pengiriman barang bertambah hingga sekitar dua minggu.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya pengiriman global, mengganggu rantai pasok internasional, serta mendorong kenaikan harga minyak dunia yang pada akhirnya berdampak pada perekonomian nasional.

Kewaspadaan Nasional sebagai “Imunitas Bangsa”

Dalam pandangan Nyoman, kewaspadaan nasional berfungsi sebagai “imunitas bangsa” yang melindungi negara dari tekanan eksternal yang dapat mengganggu stabilitas nasional.

Ia menilai penting untuk membangun kesadaran kolektif melalui sejumlah langkah strategis, antara lain meningkatkan sense of crisis dan sense of urgency, memperkuat sistem intelijen negara, meningkatkan peran diplomasi, serta melakukan penyaringan informasi secara cermat.

Selain itu, sinergi antar lembaga negara juga dinilai menjadi faktor penting untuk menghadapi ancaman global yang semakin kompleks.

Indonesia Perlu Adaptasi Strategi Diplomasi Nyoman juga menilai bahwa Indonesia tidak dapat lagi hanya mengandalkan pendekatan diplomasi tradisional “bebas aktif” tanpa strategi yang lebih adaptif terhadap perubahan global.

Menurut mantan perwira Komando Pasukan Khusus tersebut, Indonesia perlu mengambil posisi sebagai kekuatan penyeimbang melalui konsep netralitas aktif yang memiliki daya tawar dalam percaturan geopolitik dunia.

Dengan letak geografis yang strategis serta kekayaan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas kawasan.

Belajar dari Krisis Sri Lanka Dalam pemaparannya, Nyoman juga menyinggung pengalaman Sri Lanka yang beberapa waktu lalu mengalami krisis ekonomi dan ketidakstabilan politik.

Menurutnya, kegagalan dalam mengintegrasikan instrumen kewaspadaan nasional dapat membuka peluang intervensi kepentingan asing.

“Pertanyaannya, apa refleksi yang bisa kita ambil untuk Indonesia?” ujarnya.

Pendekatan Strategis DIME Sebagai penutup, Nyoman menawarkan pendekatan strategis untuk memperkuat ketahanan negara melalui konsep DIME yang meliputi Diplomacy, Intelligence, Military, dan Economy.

Ia menilai sinergi keempat instrumen tersebut dapat menjadi fondasi kuat bagi Indonesia dalam menghadapi dinamika geopolitik global sekaligus menjaga kedaulatan nasional.

“Kewaspadaan nasional harus menjadi sistem peringatan dini agar tekanan eksternal tidak berkembang menjadi konflik internal,” pungkasnya.

Hil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh