majalahsuaraforum.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sempat menembus angka psikologis Rp17.000 per dolar AS. Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak dapat langsung diartikan sebagai tanda terjadinya resesi ekonomi di Indonesia.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi bersamaan dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia sedang menuju krisis.
Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini berbeda dengan situasi krisis moneter yang pernah dialami Indonesia pada tahun 1998.
Pemerintah Bantah Isu Resesi Purbaya menanggapi berbagai pandangan dari sejumlah ekonom yang menyebut kondisi ekonomi saat ini mengarah pada resesi. Ia menilai anggapan tersebut tidak sesuai dengan indikator ekonomi yang ada.
Ia menegaskan bahwa pemerintah masih melihat adanya pertumbuhan ekonomi yang terus berlangsung, sehingga kondisi perekonomian nasional masih berada dalam fase ekspansi.
“Rupiah 17.000, IHSG anjlok karena sebagian teman-teman ekonom bilang katanya kita sudah resesi menuju 1998 lagi. Gitu lah. Daya beli sudah hancur, tidak seperti itu. Ekonomi sedang ekspansi, daya beli kita jaga mati-matian, dan boro-boro krisis, resesi aja belum. Melambatnya aja belum,” tegas Purbaya usai melakukan inspeksi mendadak di kawasan perdagangan Pasar Tanah Abang, Senin (9/3/2026).
Investor Diminta Tetap Tenang Di tengah gejolak pasar saham dan pelemahan rupiah, Purbaya juga meminta para pelaku pasar dan investor untuk tidak panik. Ia menilai bahwa gejolak di pasar keuangan merupakan bagian dari dinamika ekonomi global yang sedang terjadi.
Pemerintah, kata dia, terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi nasional dengan memastikan fondasi ekonomi tetap kuat.
“Kita masih ekspansi, masih akselerasi. Itu yang kita jaga terus dalam beberapa minggu ke depan. Jadi investor di pasar saham nggak usah takut, pondasi kita jaga betul,” lanjutnya.
Pemerintah Fokus Menjaga Stabilitas Ekonomi Pemerintah menegaskan akan terus memantau perkembangan ekonomi global yang dapat memengaruhi kondisi domestik. Berbagai langkah kebijakan juga disiapkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, pasar keuangan, serta daya beli masyarakat.
Dengan menjaga stabilitas tersebut, pemerintah berharap perekonomian nasional tetap mampu bertahan dan terus bertumbuh meskipun menghadapi berbagai tekanan eksternal dari situasi ekonomi dunia.
Lan.











