majalahsuaraforum.com – Aksi keberanian prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) kembali mencuri perhatian. Prajurit Korps Baret Merah, Serma Edi Sutono, dianugerahi penghargaan Sangkur Perak atas jasanya menyelamatkan nyawa pasukan khusus Filipina dalam latihan bersama lintas negara.
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi sebagai bentuk apresiasi atas tindakan heroik Serma Edi Sutono saat mengikuti Latihan Bersama (Latma) Dolphine XVI. Dalam latihan tersebut, Serma Edi menunjukkan keberanian luar biasa yang berujung pada penyelamatan nyawa prajurit Special Forces Regiment (Airborne) Angkatan Darat Filipina, Sersan Sabado.
Peristiwa dramatis itu terjadi ketika Serma Edi Sutono dan Sgt. Sabado melaksanakan penerjunan freefall dari ketinggian 10.000 kaki. Pada fase awal penerjunan, kondisi masih terkendali dan kedua prajurit berada dalam posisi stabil.
“Pada ketinggian 5.000 hingga 4.500 kaki, Serma Edi masih mendampingi rekannya dengan posisi stabil. Namun, situasi berubah kritis ketika memasuki ketinggian 3.000 kaki. Serma Edi menyadari rekannya Sgt. Sabado tidak sadarkan diri atau blackout di udara,” tulis laman resmi Penkopassus, Selasa (20/1/2026).
Menyadari kondisi berbahaya tersebut, Serma Edi Sutono tanpa ragu melakukan pengejaran di udara atau mid-air chase demi mendekati rekannya. Dengan waktu yang sangat terbatas dan kecepatan tinggi, ia berhasil menjangkau Sgt. Sabado dan menarik tuas payung utama rekannya hingga mengembang sempurna.
Aksi penyelamatan itu berhasil menyelamatkan nyawa prajurit Filipina, namun membawa risiko besar bagi Serma Edi sendiri. Setelah membantu rekannya, ia kehilangan ketinggian aman untuk membuka parasut secara ideal.
Dalam upaya menyelamatkan diri, Serma Edi Sutono mencoba mengembangkan payung utamanya. Namun, parasut tersebut tidak mengembang secara sempurna. Ia kemudian melakukan prosedur darurat dengan menarik payung cadangan.
Meski berhasil memperlambat laju jatuh, Serma Edi Sutono sempat menabrak pohon sebelum akhirnya jatuh ke tanah. Akibat insiden tersebut, ia mengalami patah kaki.
Pengorbanan dan keberanian Serma Edi Sutono inilah yang kemudian menjadi dasar penganugerahan Sangkur Perak, sebuah penghargaan kehormatan tertinggi dari Panglima Kopassus atas aksi heroik prajurit di medan tugas.
Hil.











