Home / Kabar Berita / AS Setujui Penjualan Jet Tempur F-15IA ke Israel, Nilai Kontrak Capai Rp 144 Triliun

AS Setujui Penjualan Jet Tempur F-15IA ke Israel, Nilai Kontrak Capai Rp 144 Triliun

Foto. Ist

majalahsuaraforum.com – Pemerintah Amerika Serikat resmi menyetujui skema Foreign Military Sales (FMS) yang memungkinkan Israel memperoleh hingga 50 unit jet tempur F-15IA. Persetujuan ini menandai kelanjutan kerja sama pertahanan strategis antara Washington dan Tel Aviv.

Program tersebut berkaitan dengan operasi penerbangan Israel yang berpusat di Bandara Ben Gurion, Tel Aviv, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan sektor aviasi, termasuk El Al Israel Airlines.

Pada tahap awal pelaksanaan kontrak, sebanyak 25 unit F-15IA akan dikirimkan kepada angkatan udara Israel. Seluruh proses produksi dan pengujian pesawat dilakukan di fasilitas Boeing yang berlokasi di sekitar Bandara Internasional St. Louis Lambert, Amerika Serikat.

Nilai keseluruhan kesepakatan penjualan jet tempur ini mencapai US$ 8,6 miliar, atau setara sekitar Rp 144,0 triliun dengan asumsi nilai tukar Rp 16.760 per dolar AS. Dari jumlah tersebut, sekitar US$ 840 juta atau sekitar Rp 14,07 triliun telah dialokasikan pada tahap awal kontrak.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat menyatakan bahwa persetujuan FMS tersebut memungkinkan angkatan udara AS bersama Boeing melanjutkan tahapan desain, integrasi sistem, pengujian, hingga pengiriman 25 unit pertama F-15IA. Selain itu, Israel juga diberikan opsi untuk menambah pembelian hingga 25 unit tambahan di kemudian hari.

Mengutip laporan aviationa2z, pengiriman jet tempur F-15IA dijadwalkan dimulai pada 2031 dan berlangsung secara bertahap hingga akhir 2035.

F-15IA merupakan varian khusus untuk Israel yang dikembangkan dari platform terbaru F-15EX. Pesawat ini ditenagai oleh dua mesin turbofan GE Aerospace F110 dengan total daya dorong mencapai sekitar 81.000 pound.

Dari sisi performa, F-15IA memiliki kemampuan terbang hingga kecepatan Mach 2,5, ketinggian operasional mendekati 50.000 kaki, serta kapasitas muatan mencapai sekitar 13.381 kilogram.

Jet tempur ini juga dilengkapi dengan sistem fly-by-wire dan kemampuan serangan darat tingkat lanjut. Kementerian Pertahanan Israel sebelumnya menegaskan bahwa F-15IA akan mengintegrasikan sistem persenjataan serta avionik buatan dalam negeri. Integrasi tersebut bertujuan untuk memperluas jangkauan operasi, meningkatkan fleksibilitas muatan, serta mendukung berbagai jenis misi tempur.

Saat ini, Israel mengoperasikan sekitar 66 unit F-15 dari berbagai generasi, 174 unit F-16 buatan Lockheed Martin, serta 38 unit F-35. Kehadiran F-15IA diharapkan memperkuat kemampuan serangan jarak jauh Israel sekaligus mendukung operasi multi-peran.

Program F-15 sendiri merupakan salah satu lini produksi jet tempur taktis terlama di dunia. Boeing akan merakit pesawat tersebut di fasilitasnya di dekat St. Louis, dengan peningkatan berkelanjutan guna memenuhi kebutuhan pelanggan internasional hingga dekade mendatang.

Persetujuan FMS ini menandai rampungnya proses peninjauan oleh pemerintah Amerika Serikat dan membuka jalan bagi mobilisasi penuh program pengadaan. Kesepakatan tersebut juga mencerminkan eratnya hubungan pertahanan strategis antara Amerika Serikat dan Israel, sekaligus menjamin keberlanjutan produksi jet tempur F-15 hingga pertengahan 2030-an.

Red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh