majalahsuaraforum.com – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung penanganan bencana di berbagai wilayah Sumatra dengan memberikan bantuan logistik serta pengerahan personel dalam jumlah besar. Bantuan bernilai ratusan juta rupiah itu diperuntukkan bagi provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang tengah dilanda bencana.
Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel Inf Donny Pramono melalui keterangan tertulis pada Senin (1/12).
“Kepala Staf Angkatan Darat turut memberikan bantuan bahan makanan senilai Rp200 juta untuk Aceh, Rp250 juta untuk Sumatra Utara, dan Rp200 juta untuk Sumatra Barat,” kata Donny.
Selain bantuan logistik, TNI AD juga mengerahkan total 21.707 prajurit serta berbagai alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk mendukung operasi kemanusiaan di wilayah terdampak. Dukungan ini menjadi langkah besar dalam mempercepat evakuasi, distribusi bantuan, serta pemulihan pascabencana.
Donny menjelaskan bahwa dukungan mobilitas udara dilakukan melalui pengerahan beberapa helikopter dan satu pesawat angkut. “Untuk mendukung mobilitas udara, TNI AD mengerahkan 3 unit Heli Bell 412, 2 unit Heli Mi-17, dan 1 pesawat CASA,” terangnya. Seluruh alutsista tersebut ditempatkan melalui BKO Kodam IM, Kodam I/BB, serta BNPB.
Rincian Pengerahan di Wilayah Terdampak
1. Kodam IM (Aceh)
– 6.922 personel
– 36 truk, 150 sepeda motor (SPM)
– 9 fiber boat, 10 LCR
– 2 heli (Mi-17 dan Bell 412)
2. Kodam I/BB (Sumatra Utara)
– 7.529 personel
– excavator, dump truck, NPS
– kendaraan single cabin, 30 SPM
– 7 LCR
– 4 heli (Mi-17 dan Bell 412 di bawah kendali BNPB di Silangit, serta 1 CASA dan 1 Bell 412 di bawah kendali Kodam I/BB di Lanud Suwondo Medan)
3. Kodam XX/TIB (Sumatra Barat)
– 5.731 personel
– 39 truk/strada, 7 ambulans
– 6 perahu/LCR
– 1 heli Caracal TNI AU dan 1 heli Dauphin Basarnas
Donny menegaskan bahwa seluruh langkah ini merupakan bagian dari peran TNI AD dalam operasi militer selain perang (OMSP). “Upaya ini merupakan pelaksanaan tugas TNI AD dalam operasi militer selain perang (OMSP), yang dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Kami bergerak cepat dan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, Polri, serta seluruh unsur terkait. Prioritas kami adalah keselamatan warga dan percepatan pemulihan di seluruh wilayah terdampak,” kata Donny.
Ia juga memastikan bahwa pengiriman bantuan tidak berhenti pada tahap awal saja. “TNI AD akan terus hadir, bekerja tanpa henti, dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit,” tutup Donny.
Hil.











