majalahsuaraforum.com – Penyanyi sekaligus instruktur zumba Denada Tambunan akhirnya angkat bicara terkait tuduhan publik yang menuding dirinya menggunakan narkoba karena terlihat semakin kurus. Denada membantah keras tudingan tersebut dan menjelaskan bahwa perubahan bentuk tubuhnya merupakan hasil dari proses panjang dalam menjalani gaya hidup sehat.
Belakangan, penampilan Denada memang mencuri perhatian. Berat badannya kini mencapai 50 kilogram, membuat tubuh dan wajahnya tampak jauh lebih kecil dibanding sebelumnya. Namun, transformasi fisik tersebut justru menimbulkan berbagai spekulasi negatif dari masyarakat.
“Gue memang dengar, gue dibilang pakai narkoba karena saking kurusnya. Mungkin orang berpikir begitu karena badan gue tiba-tiba mengecil, dan itu terjadi bertepatan dengan momen ibu gue meninggal,” ujar Denada.
Denada mengungkapkan bahwa penurunan berat badannya tidak terjadi secara mendadak. Ia memulai perubahan gaya hidup sejak tahun 2020, bertepatan dengan keputusannya untuk meninggalkan dunia tarik suara dan fokus menjadi instruktur zumba. Profesi barunya itu menuntut ia menjaga kebugaran fisik dengan disiplin tinggi.
Menurut Denada, usia yang kini sudah melewati kepala empat membuatnya semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran. Sebagai instruktur zumba, ia harus memiliki kondisi tubuh yang kuat agar dapat beraktivitas intens setiap hari.
“Saat itu gue punya sahabat sekaligus partner bisnis yang jadi pelatih pribadi kebugaran. Dia bantu gue mempersiapkan diri secara fisik dan hal-hal lainnya,” jelas Denada.
Tak hanya mengandalkan latihan, Denada juga melakukan konsultasi dengan dokter gizi untuk memastikan pola makan dan kebutuhan nutrisinya tetap seimbang. Ia menggandeng sport nutritionist dr Emilia Achmadi untuk memahami bagaimana tubuhnya bekerja dan bereaksi terhadap pola hidup baru yang ia jalani.
“Dia bantu gue memahami badan gue, kenapa berat badan gue sering naik turun. Pada akhirnya kita memang harus mengerti tubuh kita sendiri,” kata Denada.
Denada menambahkan bahwa banyak orang tidak mengetahui proses panjang di balik perubahan fisiknya. Ia menyayangkan tudingan negatif yang beredar karena publik hanya melihat hasil akhirnya tanpa memahami perjuangan dan kedisiplinan yang telah ia tempuh selama bertahun-tahun.
“Orang cuma lihat sekarang gue kurus, padahal prosesnya udah lama banget. Dari 2020 gue udah mulai ubah gaya hidup, olahraga rutin, makan dijaga, sampai akhirnya badan gue bisa seperti sekarang,” tutup Denada.
Transformasi tubuh Denada menjadi bukti komitmennya dalam menjalani kehidupan yang lebih sehat dan seimbang. Ia berharap publik dapat lebih memahami perjuangan di balik setiap perubahan, bukan hanya menilai dari tampilan luar semata.
Aan.










