Majalahsuaraforum.com -– Aktris asal Israel, Gal Gadot, akhirnya memberikan klarifikasi atas pernyataannya yang sebelumnya menyinggung tekanan terhadap selebritas agar bersikap anti-Israel, yang sempat disebut sebagai salah satu faktor penyebab film live action Snow White yang dibintanginya gagal meraih kesuksesan di pasaran.
Gadot mengungkapkan bahwa ucapannya tersebut muncul ketika ia menjawab pertanyaan pewawancara yang dianggap sangat menyentuh perasaan pribadinya. Ia menilai, jawaban yang disampaikannya saat itu lebih didorong oleh emosi ketimbang pertimbangan rasional.
> “Saya merasa terhormat diwawancara dengan pewawancara yang inspiratif, yang pertanyaannya langsung menyentuh hati. Terkadang kita menanggapi pertanyaan dari sudut pandang emosional,” tulis Gal Gadot melalui akun Instagram pribadinya, @gal_gadot, Minggu (17/8/2025) waktu setempat.
Serangan Pribadi karena Identitas Israel
Dalam klarifikasinya, Gadot menekankan bahwa ketika Snow White dirilis, ia merasa kritik yang ditujukan kepadanya tidak hanya berkaitan dengan kualitas aktingnya. Sebaliknya, ia menilai bahwa serangan itu lebih bersifat personal lantaran dirinya merupakan warga negara Israel.
> “Ketika film itu dirilis, saya merasa mereka yang menentang Israel mengkritik saya dengan cara yang sangat personal. Mereka melihat saya, pertama dan paling utama sebagai orang Israel, bukan sebagai aktris. Itulah perspektif yang saya gunakan saat menjawab pertanyaan itu,” jelasnya, dikutip dari Page Six, Senin (18/8/2025).
Banyak Faktor Penentu Kegagalan Film
Meski merasa diserang karena latar belakang kebangsaannya, aktris berusia 40 tahun yang juga pernah bertugas di militer Israel itu menegaskan bahwa tidak ada film yang keberhasilannya bisa dijamin sepenuhnya. Ia menilai kegagalan Snow White tidak bisa hanya disandarkan pada satu aspek, melainkan dipengaruhi banyak faktor baik dari sisi internal maupun eksternal.
> “Ada banyak faktor yang menentukan keberhasilan atau kegagalan sebuah film, dan kesuksesan tidak pernah dapat bisa dijamin!” pungkas Gal Gadot.
Dengan pernyataan tersebut, Gadot berharap publik memahami bahwa komentarnya sebelumnya tidak dimaksudkan untuk menuding satu pihak secara langsung, melainkan lahir dari kondisi emosional saat dirinya merasa menjadi sasaran kritik personal.
Pen. Nal.











