Majalahsuaraforum.com – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terus melakukan pembenahan menyeluruh dalam upaya memperkuat fondasi sepak bola nasional, salah satunya melalui pembangunan ekosistem pelatih yang profesional, disiplin, dan berintegritas tinggi.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dalam acara National Coach Conference 2025 di Jakarta pada Kamis (17/7), menegaskan pentingnya memiliki pelatih berkualitas di semua level kompetisi. Menurutnya, Indonesia membutuhkan sekitar 36 ribu pelatih sepak bola untuk mendukung pengembangan pemain dari akar rumput hingga tingkat profesional, sementara saat ini baru terdapat 15 ribu pelatih aktif di seluruh Indonesia.
“Kalau kita mau sepak bola Indonesia maju, pelatihnya juga harus maju. Kita butuh pelatih yang profesional, disiplin, dan berintegritas tinggi. Tidak ada tempat untuk pelatih yang sekadar formalitas,” tegas Erick Thohir dalam pidatonya.
Sebagai bentuk komitmen, PSSI akan mempermudah akses lisensi pelatih dan menurunkan biayanya, agar semakin banyak pelatih di daerah dapat meningkatkan kompetensinya tanpa terbebani masalah finansial. Selain itu, PSSI akan memberikan dukungan pendanaan kepada Asosiasi Provinsi (Asprov) untuk memperluas program pengembangan pelatih di tingkat regional.
Erick Thohir juga menekankan penolakan tegas terhadap praktik “titipan” baik dalam pemilihan pelatih maupun pemain. Menurutnya, semua anak memiliki hak yang sama untuk berkembang berdasarkan kualitas dan kerja keras, bukan karena kedekatan dengan pengurus atau pihak tertentu.
“Sepak bola kita harus bersih dari praktik titipan. Baik pelatih maupun pemain harus lolos karena kualitas, bukan karena kedekatan. Kita mau pemain lahir dari akar rumput, bukan hanya dari klub-klub besar di kota,” ujar Erick.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari visi besar PSSI untuk memperkuat sistem pembinaan usia dini, sehingga Indonesia dapat mencetak pemain-pemain berbakat yang tumbuh melalui proses pembinaan yang terstruktur sejak level akademi hingga profesional.
PSSI berharap dengan semakin banyaknya pelatih berkualitas, persebaran bakat sepak bola di seluruh daerah dapat terdeteksi dan dibina secara optimal, serta mendukung target jangka panjang Indonesia untuk berprestasi di tingkat Asia dan dunia.
Pen. Jay.











